Premis: seseorang ingin upgrade SSD laptopnya. Tapi di tengah jalan, dia malah membuat bot Telegram yang bisa menganalisis produk marketplace. Kedengarannya tidak nyambung, tapi itu yang terjadi.
Babak 1, SSD
Laptop ThinkPad T470 mulai kepayahan. SSD 128 GB hampir penuh, RAM 16 GB habis karena proses-proses yang tidak penting, dan tiba-tiba freeze total saat sedang menulis kode.
Butuh SSD baru, satu target: 1TB, NVMe, harga terjangkau. Dimulailah petualangan scroll Tokopedia, TikTok Shop, cek review, bandingkan harga. Setiap kali menemukan produk menarik, harus buka tab baru, cek spek, cek toko, baca review, bandingkan dengan produk lain. Melelahkan.
Sampai akhirnya sadar: ini kerjaan yang bisa diotomatisasi.
Babak 2, bot
Ada asisten AI bernama MESA, salah satu fiturnya adalah bot Telegram @bamesabot. Dicoba: forward link Tokopedia, bot balas.
"Samsung 970 EVO 500GB. Bekas/B-grade. Sudah discontinued 2018. Mending 990 EVO 1TB, baru, garansi 5 tahun, cuma beda Rp372rb."
Kirim link lain.
"990 PRO 1TB. Flagship. Tapi di laptop Anda (T470) kecepatannya sama saja dengan 990 EVO karena slot PCIe 3.0. Hemat Rp358rb ambil EVO."
Satu lagi.
"990 EVO 1TB. Rp1.401.731 termasuk ongkir. Ambil saja."
Tiga link, tiga balasan, dua menit, satu keputusan. Baru saja dibantu bot sendiri untuk membeli barang, padahal niat awalnya cuma cari SSD. Dan di situ tersadar: yang dibuat bukan cuma alat untuk diri sendiri, ini bisa dipakai orang lain.
Babak 3, covert sales
Tidak sengaja menemukan strategi jualan yang selama ini dicari. Orang tidak suka dijuali, tapi kalau mereka menemukan bot yang membantu memilih produk, mengecek harga, mengingatkan soal garansi, mereka tidak merasa dijuali. Mereka merasa dibantu.
Dan saat mereka bertanya, "Bot apa ini?", jawabannya simpel: "Ini MESA. Mau coba?" Tidak ada tekanan, tidak ada "beli sekarang atau kehilangan diskon". Cuma bantuan, yang bicara sendiri.
Dari SSD 128 GB yang hampir penuh, malah ketemu cara baru untuk berjualan. Kadang solusi terbaik memang datang dari tempat yang tidak disangka-sangka, saat sedang sibuk mencari sesuatu yang lain.
Pelajaran: jangan menunggu siap
Kalau menunggu "siap" untuk bikin bot, sampai sekarang mungkin belum jadi. Tapi karena butuh solusi cepat untuk masalah sepele (memilih SSD), jadilah. Yang dipelajari:
- Masalah kecil sering membawa solusi besar, kalau menemukan sesuatu yang berulang dan melelahkan, itu lahan untuk otomatisasi.
- Jangan menunggu sempurna, bot saat itu masih kasar tapi sudah bisa dipakai, perbaikan datang setelahnya.
- Bantuan lebih berharga dari jualan, orang tidak butuh di-sales, mereka butuh dibantu, bantu saja sisanya mengikuti.
Dari SSD 1TB yang dibeli, yang lebih berharga adalah strategi yang didapat secara tidak sengaja di tengah jalan.