Beberapa waktu lalu kami mencari SSD pengganti untuk sebuah laptop, 128 GB yang sudah penuh, saatnya upgrade. Prosesnya ternyata lebih rumit dari yang dikira. Bukan karena tidak ada pilihan, tapi karena terlalu banyak pilihan, dan hampir semuanya terlihat sama.

Berikut semua yang kami pelajari dari proses itu, supaya Anda tidak mengalami kebingungan yang sama.

Langkah 1: Tentukan Bentuk & Slot

SSD bentuknya beda-beda. Salah beli bentuk berarti tidak bisa dipasang.

Yang umum di laptop:

  • M.2 NVMe, bentuknya kecil seperti permen karet, cepat. Paling umum di laptop 2016 ke atas
  • M.2 SATA, bentuk sama, tapi pakai protokol lama, lebih lambat
  • 2.5 inch SATA, bentuk kotak, biasa di laptop lawas

Cara cek laptop Anda:

  1. Buka Task Manager, tab Performance
  2. Klik Disk 0, lihat tulisannya: NVMe atau SATA?
  3. Kalau NVMe, beli M.2 NVMe. Kalau SATA, bisa M.2 SATA atau 2.5 inch

Yang sering salah: orang beli M.2 NVMe padahal slotnya cuma M.2 SATA, atau sebaliknya. Dua-duanya M.2, bentuk sama, tapi protokol beda dan tidak selalu kompatibel.

Langkah 2: Kenali Generasi PCIe

GenKecepatanTahunCocok untuk
PCIe 3.0~3.500 MB/s2015Laptop 2015-2020 (ThinkPad T470, dll)
PCIe 4.0~5.000-7.000 MB/s2020Laptop 2020+ (PS5 juga pakai ini)
PCIe 5.0~10.000+ MB/s2024PC high-end terbaru

Yang penting: semua gen ini kompatibel mundur. PCIe 4.0 bisa dipasang di slot PCIe 3.0, tapi kecepatannya turun ke 3.0.

Ini yang sering tidak disadari: beli SSD Gen 4 mahal-mahal, tapi laptop cuma support Gen 3, kecepatannya jadi sama saja dengan Gen 3 yang lebih murah. Contoh nyata: Samsung 990 PRO (Gen 4, 7.450 MB/s) Rp1.779.000 vs Samsung 990 EVO (Gen 4/5 hybrid, 5.000 MB/s) Rp1.420.931. Di ThinkPad T470 (PCIe 3.0), keduanya jalan di ~3.500 MB/s, sama saja, tapi beda harga Rp358rb.

Langkah 3: Cek Kondisi Barang

Ini jebakan terbesar. Beberapa hal yang perlu dicek soal baru vs bekas:

  • SSD bekas ditulis "100%", "98%", "B9076", "B Grade", ini kode untuk barang second/refurbished
  • SSD baru harus ada segel pabrik dan garansi resmi
  • Beberapa toko jual SSD OEM (tanpa kotak, tanpa garansi resmi), harganya miring, tapi risikonya ditanggung sendiri

Soal garansi: Garansi Resmi bisa diklaim langsung ke Samsung/Intel/WD, biasanya 3-5 tahun. Garansi Toko harus klaim lewat toko, risikonya kalau tokonya tutup. Tidak ada garansi, sebaiknya dihindari kecuali siap kehilangan uang.

Langkah 4: Cek Toko

CekKeteranganTarget
RatingLihat di halaman tokoMinimal 4,8
TransaksiBerapa yang sudah terjualMinimal 50+
BadgePower Merchant / Official StoreAda salah satu

Kalau ragu: cari toko official distributornya. Untuk Samsung misalnya Enter Komputer, Vishay Pratama, atau toko dengan badge Samsung Official Store. Harganya mungkin selisih Rp50-100rb, tapi jauh lebih aman.

Langkah 5: Bandingkan Harga per GB

Cara paling adil membandingkan SSD: harga per GB.

SSDHargaKapasitasRp/GB
970 EVORp1.048.000500 GBRp2.096/GB
990 EVORp1.420.9311.000 GBRp1.421/GB
990 PRORp1.779.0001.000 GBRp1.779/GB

970 EVO 500GB lebih murah secara nominal, tapi lebih mahal per GB dibanding 990 EVO 1TB, dan itu barang bekas.

Ringkasan: 5 Langkah Sebelum Beli SSD

  1. Cek bentuk slot (M.2 NVMe / M.2 SATA / 2.5 inch)
  2. Cek gen PCIe laptop (jangan bayar lebih untuk kecepatan yang tidak kepakai)
  3. Cek kondisi barang (baru? bekas? garansi?)
  4. Cek toko (rating 4,8+, transaksi 50+, badge)
  5. Hitung harga per GB

Hasil Akhir

Setelah semua langkah, pilihan jatuh ke Samsung 990 EVO 1TB, Rp1.401.731 termasuk ongkir. Alasannya: laptop PCIe 3.0 membuat 990 PRO tidak berguna, 1TB lebih murah per GB dibanding 500GB, barang baru dengan garansi 5 tahun, dan toko rating 4,8+ berstatus Power Merchant.