Baru-baru ini kami mengaudit riisan.com, toko online busana muslim dengan katalog lebih dari 1.500 produk. Website-nya terlihat rapi, jalan normal, dan skor kecepatannya 95/100. Kalau dilihat sekilas, tidak ada yang salah.
Tapi begitu kami buka lebih dalam, ada 5 temuan yang sering terlewat oleh pemilik toko online - dan semuanya bisa jadi biang keladi pengunjung tidak datang atau tidak percaya.
1. Halaman utama tanpa H1
H1 adalah judul utama sebuah halaman, sinyal pertama buat Google soal topik halaman itu. Homepage toko ini tidak punya H1 sama sekali.
Ibarat toko fisik: orang masuk, lihat barang, tapi tidak ada papan nama yang jelas menyebut "ini toko apa". Google jadi bingung harus menempatkan halaman ini di kategori apa. Perbaikannya satu baris kode, dampaknya jangka panjang.
2. Server lambat saat cache tidak ada
Skor kecepatan 95/100 tercapai karena CDN menyimpan salinan halaman. Bagus. Tapi begitu pengunjung membuka halaman yang tidak ter-cache (produk baru, keranjang, pencarian), server aslinya butuh 1,2 detik untuk mulai merespons. Target sehat di bawah 0,8 detik.
Artinya: pengunjung setia yang kembali berbelanja - justru yang paling bernilai - dapat pengalaman lebih lambat. Google juga mencatatnya.
3. Typo di meta description
Deskripsi singkat yang tampil di hasil Google dan saat link dibagikan ke WhatsApp ternyata mengandung typo: "melayani agend an reseller" yang harusnya "agen dan reseller".
Terlihat sepele, tapi ini wajah pertama yang dilihat calon pembeli di Google. Toko dengan typo di deskripsinya terkesan kurang diperhatikan - padahal toko ini jelas serius.
4. Keamanan dasar belum lengkap
Header keamanan standar (HSTS, X-Frame-Options, X-Content-Type-Options) belum terpasang. Ini tidak berarti website sedang diserang, tapi seperti rumah tanpa kunci ganda: kemungkinan kecil dibobol, tapi kalau terjadi, sakitnya besar. Untuk toko online yang memproses pembayaran, ini standar minimum yang tidak boleh ditawar.
5. Blog kosong padahal katalog raksasa
Toko ini punya 1.565 produk dan 31 kategori - amunisi keyword yang melimpah. Tapi blognya cuma 3 artikel. Padahal orang tidak mengetik nama produk di Google begitu saja. Mereka mengetik "gamis untuk wisuda", "mukena travel", "gamis hitam cocok dengan jilbab warna apa".
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membawa pengunjung baru. Tanpa konten yang menjawabnya, toko ini hanya menjual kepada orang yang sudah tahu nama produknya - dan bersaing dengan marketplace raksasa.
Website yang baik tidak harus dibangun ulang. Cukup diaudit dengan teliti, ditambal dengan benar, dan dirawat rutin.